Menurut spesialis kedokteran preventif, Laura Goetz, MD, dari Honor Health, daging merah panggang khususnya merupakan makanan yang paling karsinogenik. Cara memasak daging, seperti memanggang, membakar, dan metode memasak dengan suhu tinggi lainnya, berinteraksi dengan heme dalam daging merah. Interaksi ini menghasilkan senyawa beracun seperti amina heterosiklik dan hidrokarbon aromatik polisiklik yang bisa merusak DNA.

Ahli onkologi, hematologi, dan direktur medis Leading-Edge Cancer Center di Inspira Medical Center Mullica Hill juga menyarankan untuk mengurangi konsumsi daging olahan, seperti hot dog, sosis, dan daging deli, yaitu irisan daging olahan siap makan untuk sandwich.

"Ini adalah salah satu dari sedikit makanan yang telah diklasifikasikan oleh peneliti kanker internasional sebagai penyebab pasti kanker pada manusia, khususnya kanker kolorektal, berdasarkan tinjauan bukti yang sangat luas," kata Hill.

"Mengonsumsi beberapa potong bacon atau hot dog setiap hari dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal sebesar 18 persen," tambahnya.

Daging olahan, terutama daging deli dan dendeng, memang praktis sebagai sumber protein. Namun, makanan ini termasuk karsinogen Grup 1 menurut International Agency for Research on Cancer (IARC). Sebagian besar kekhawatiran berasal dari cara daging diawetkan dan dimasak.