"Jadi kalau untuk perpanjangan dan hingga saat ini, hingga saat ini kami sudah melakukan koordinasi dengan Kantor SAR Bengkulu dan Kantor SAR Lampung yang untuk wilayah pesisir dan para nelayan yang ada di sekitar," katanya.
Menurut Amrad, saat ini belum ada informasi keberadaan tujuh orang lainnya maupun keberadaan kapal Arupadhatu 1.
"Hingga saat ini Bengkulu masih melaksanakan koordinasi dan itu nihil, termasuk yang di wilayah Lebak," katanya.
Sebelumnya, Polda Banten mengungkap identitas jenazah pria yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, merupakan anak buah kapal (ABK) Arupadatu 1 bernama Surakman (50). Jasad korban teridentifikasi karena cocok dengan DNA sang anak.