MRT Jakarta juga bakal memperluas ruang terbuka publik di kawasan tersebut. Tuhiyat mengatakan luas ruang terbuka publik setelah transformasi ditargetkan menjadi lima kali lipat dibandingkan kondisi saat ini.

"Ruang terbuka publik setelah nanti dibangun akan menjadi lima kali lebih besar dari yang ada. Dari sisi kawasannya secara total 10 kali lebih besar dari yang ada," jelasnya.

Tuhiyat mengatakan revitalisasi akan dilakukan secara bertahap. Terminal, kawasan retail, dan podium ditargetkan rampung serta mulai beroperasi pada 2029, sedangkan pembangunan kawasan mixed-use akan diselesaikan secara bertahap pada tahun-tahun berikutnya.

Transformasi juga dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi bangunan Blok M yang telah berusia 34 tahun. MRT Jakarta ingin memastikan keamanan dan keselamatan struktur bangunan di tengah tingginya aktivitas di kawasan tersebut.

"Kami ingin memastikan keselamatan dan keamanan struktur dari bangunan ini. Namun di sisi lain Pak Gubernur, ada 334 tenant aktif saat ini dan lebih dari 25 ribu pengunjung setiap hari di Blok M Hub ini," tuturnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berharap transformasi kawasan tersebut tidak menghilangkan karakter Blok M yang selama ini lekat sebagai salah satu pusat aktivitas anak muda Jakarta.