"Tegas bukan berarti keras. Terukur berarti setiap tindakan aparat harus berdasarkan hukum, proporsional, dan dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai anarkisme dianggap sebagai sesuatu yang lumrah dalam kehidupan demokrasi," tutur Bimo.

Lebih lanjut, Bimo turut menyampaikan keprihatinan terhadap tiga anggota kepolisian yang dikabarkan terluka dalam insiden tersebut. Ia berharap para korban mendapatkan penanganan yang layak.

Ia pun mengajak masyarakat menjaga demokrasi secara bertanggung jawab dengan tetap menghormati hak menyampaikan pendapat sekaligus mendukung penegakan hukum yang adil.

"Negara tidak boleh kalah oleh kekerasan, tetapi negara juga tidak boleh kehilangan prinsip demokrasi dan supremasi hukum," ucap dia.