NADIKABAR.COM — Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara meraih tiga penghargaan Primaduta Award berkat kontribusi dalam mendorong perluasan pasar produk Indonesia di Turkiye.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso kepada Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Republik Turkiye, Achmad Rizal Purnama, pada perhelatan Trade Expo Indonesia (TEI) di Tangerang, Jumat.

“Kita bekerja keras siang dan malam untuk memastikan produk Indonesia bisa masuk ke pasar Turkiye. Saat ini kopi Indonesia sudah banyak bisa ditemukan di gerai kopi di kota-kota besar di Turkiye seperti Istanbul, Ankara, Izmir, Antalya dan Bursa,” kata Dubes Rizal dalam pernyataan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Dubes Rizal menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong peningkatan ekspor Indonesia ke Turkiye khususnya dengan para pemasok dan eksportir Indonesia.

“Yang harus dipastikan adalah produk kita berkualitas baik, harganya kompetitif, dan tentu berkesinambungan. Terus kita majukan ekspor Indonesia, khususnya ke Turki,” tambahnya.

Duta besar itu menyampaikan bahwa dalam tiga tahun terakhir, dirinya memimpin langsung penetrasi pasar di Turki dengan bertemu dengan CEO dan chairman dari 1,400 perusahaan. Dirinya juga terus mendorong penetrasi berbagai produk unggulan Indonesia seperti kopi, rempah-rempah, kelapa parut kering, arang briket dan berbagai produk UMKM lainnya.

Rizal turut mendorong berbagai produk unggulan Indonesia yang memiliki pangsa pasar cukup besar di Turki seperti baja, tekstil, kokas, alumunium, sepatu, cokelat, minyak sawit dan turunannya serta karet. Beberapa produk potensial Indonesia yang juga terus didorong masuk ke pasar Turki antara lain tembaga, produk farmasi, kertas, dan ban karet.

Selain penghargaan kepada Dubes RI, dua perusahaan Turki turut menerima penghargaan atas kontribusinya terhadap pengembangan ekspor Indonesia.

“Penghargaan Primaduta Award ini sebagai bentuk pengakuan dan apresiasi Pemerintah Indonesia kepada berbagai pihak di luar negeri yang telah mendorong ekspor produk Indonesia ke dunia,” sebut Mendag Budi saat menyampaikan sambutan setelah pemberian Primaduta Award kepada pemenang di TEI tahun 2026.

TEI merupakan pameran dagang internasional terbesar di Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan RI.

Mengusung tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing”, TEI 2026 berlangsung pada 14-18 Oktober 2026 dan menjadi platform untuk mempertemukan eksportir Indonesia dengan pembeli global serta mempromosikan produk dan jasa unggulan Indonesia ke pasar internasional.

Partisipasi tersebut membuka potensi penandatanganan enam nota kesepahaman (MoU) bisnis dengan nilai keseluruhan mencapai 518,2-618,2 juta dolar AS. Dari potensi tersebut, tiga MoU senilai total 13,4 juta dolar AS telah ditandatangani dalam rangkaian TEI 2026.