NADIKABAR.COM — Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing mendukung pendidikan menjadi jembatan untuk melakukan transfer teknologi dari China ke Tanah Air.

"Indonesia sedang menjalankan agenda pembangunan yang ambisius di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, dengan fokus pada ketahanan pangan dan energi, hilirisasi industri, transformasi digital, pengembangan sumber daya manusia, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif," kata Wakil Kepala Perwakilan RI Beijing Parulian Silalahi di Beijing, Jumat.

Parulian menyampaikan hal tersebut saat pembukaan Forum Indonesia Universitas Peking (PKUIF) di Beijing yang diselenggarakan sebagai hasil kerja sama Institut Kajian Negara dan Kawasan Universitas Peking, Institut Kajian Budaya Indonesia-Malaysia, dan Institut Survei Ilmu Sosial Universitas Peking.

"Kami berharap kemitraan ini akan semakin mendorong transfer teknologi, inovasi, penciptaan lapangan kerja berkualitas, dan pembangunan berkelanjutan. Bersama-sama, kita dapat membangun jaringan industri dan rantai pasok regional yang lebih tangguh, bergerak melampaui perdagangan komoditas sederhana menuju integrasi rantai nilai yang lebih mendalam serta pengembangan teknologi bersama," papar Parulian.

Pertukaran mahasiswa, kemitraan antaruniversitas, program bahasa, dan kegiatan budaya, menurut Parulian, dapat terus memupuk rasa saling percaya antarmasyarakat kedua negara.

"Setiap kemitraan memiliki tantangannya masing-masing. Menghadapi perbedaan regulasi antara Indonesia dan China, penyesuaian rantai pasok, serta ekspektasi pasar membutuhkan kesabaran dan dialog yang terbuka. Namun, pertemuan seperti forum ini merupakan tempat yang tepat bagi kita untuk berbicara secara terbuka, saling mengenal, saling mendengarkan, dan mengubah tantangan menjadi solusi yang dapat dilaksanakan," jelas Parulian.

Sekretaris Jenderal International Economic Association (IEA) Lili Yan Ing dalam acara yang sama juga mendukung pentingnya integrasi Indonesia dalam rantai pasok mengingat sejauh ini, investasi China membawa mereknya sendiri, tetapi belum benar-benar terintegrasi dengan pasar lokal.