Dubes Oemar menyoroti besarnya potensi Prancis bagi industri boga Indonesia, mengingat negara tersebut memiliki posisi strategis sebagai gerbang masuk produk Indonesia ke pasar Eropa.
“Melalui SIAL Paris, perusahaan Indonesia memiliki kesempatan untuk membangun hubungan langsung dengan importir, distributor, dan mitra potensial di Eropa,” tambah dia.
Dalam agenda tersebut, KBRI Paris memfasilitasi 13 perusahaan nasional yang sudah mengekspor produk makanan dan minuman dalam berbagai bentuk, antara lain kopi instan, makanan ringan, mie instan, dan bumbu khas Indonesia.
Keragaman produk yang ditawarkan Indonesia dalam kegiatan tersebut mencerminkan potensi industri nasional dalam memenuhi permintaan pasar baik untuk konsumsi langsung maupun sebagai bahan baku industri pangan di dunia, ucap Dubes Oemar.