NADIKABAR.COM β€” Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi segera membelanjakan dana sebesar Rp1 triliun di kas daerah (Kasda) yang telah mendekati penghujung tahun anggaran 2026.

.​​​​​Dedi menyampaikan itu di hadapan jajaran pejabat saat memberikan sambutan pada Pelantikan Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja untuk sisa masa jabatan 2025-2030 di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat.

KDM mempertanyakan mengendapnya alokasi anggaran tersebut, di tengah masih banyaknya kebutuhan mendesak masyarakat Bekasi terhadap perbaikan infrastruktur serta peningkatan mutu pelayanan publik.

"Hari ini di Kasda Bekasi masih ada Rp1 triliun. Uang dari masyarakat tadi disimpan di BJB, habis itu tidak dibelanjain. Ngapain dikumpulin tidak dibelanjain? Kan ini duit negara. Duit negara harus cepat balik ke rakyat," kata KDM.

Dedi membandingkan situasi melimpahnya kas daerah Kabupaten Bekasi dengan kondisi fiskal Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diproyeksikan mengalami defisit anggaran lebih dari Rp1 triliun.

Ia mengenang dinamika pengelolaan anggaran saat dirinya masih menjabat sebagai Bupati Purwakarta, di mana Purwakarta pernah mengalami posisi keuangan minus Rp300 miliar sementara Kabupaten Bekasi mencatatkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) hingga Rp1,8 triliun.

KDM menekankan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) seharusnya diputar secara optimal dan cepat untuk merealisasikan pembangunan nyata, seperti perbaikan jalan rusak, peningkatan sarana sekolah, hingga optimalisasi fasilitas di puskesmas dan rumah sakit.

Guna merespons persoalan tersebut, Dedi menginstruksikan Bupati Bekasi definitif yang baru, Asep Surya Atmaja, untuk bergerak cepat memimpin dan mengonsolidasikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Bekasi.

"Maka saya minta kepada dr. Asep sebagai bupati, pimpin seluruh Organisasi Perangkat Daerah di Bekasi, tingkatkan layanan masyarakatnya, perbanyak belanja infrastrukturnya," tutur KDM menambahkan.