NADIKABAR.COM — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya buka suara mengenai hasil investigasi Inspektorat Jabar terkait dugaan kasus pelecehan hingga penganiayaan yang menyeret nama Wakil Bupati Sumedang M Fajar Aldila. Korban disebut merupakan sekretaris pribadi orang nomor dua di Kabupaten Sumedang.
Dedi menyebut hasil pemeriksaan Inspektorat belum menemukan fakta yang dapat diumumkan kepada publik. Sebab, seluruh pihak yang telah diperiksa membantah adanya peristiwa sebagaimana isu yang beredar.
"Kita ini kan sebenarnya kemarin sudah saya tanya ke Inspektorat yang melakukan investigasi. Kalau kita berdasarkan investigasi yang ada di Inspektorat, nggak ada yang bisa diumumin," kata Dedi saat diwawancarai di Gedung DPRD Jabar, Jumat (11/9/2026).
Menurut Dedi, tidak adanya pihak yang mengakui peristiwa tersebut membuat Inspektorat tidak memiliki temuan yang dapat disampaikan sebagai kesimpulan kepada publik.
"Kenapa nggak ada yang bisa diumumin? Semua pihak mengakui perbuatannya tidak pernah ada. Artinya semua pihak yang diperiksa oleh Inspektorat tidak ada satu pun yang mengakui peristiwa itu ada," ujarnya.
"Semua membantah mengatakan tidak ada peristiwa itu. Sehingga apa yang diumumin, orangnya tidak ngaku semuanya," lanjutnya.
Meski demikian, Dedi menyadari polemik tersebut belum mereda. Isu yang menyeret Wakil Bupati Sumedang masih menjadi perhatian masyarakat dan bahkan telah memicu berbagai reaksi publik.
Karena itu, Dedi memutuskan untuk tidak berhenti pada hasil pemeriksaan Inspektorat. Ia berencana datang langsung ke Sumedang untuk bertemu dengan pihak-pihak yang berkaitan dengan persoalan tersebut.
"Tetapi, kan ini keriuhannya terus kan? Sehingga saya nanti hari Senin akan berkunjung langsung ke Pemda Sumedang. Nanti saya akan tanya Bupati, Wakil Bupati, istrinya, sekprinya, akan saya tanya langsung," tegasnya.
Dedi mengatakan, pertemuan tersebut akan dilakukan dengan pendekatan personal. Ia ingin mendengarkan langsung keterangan dari pihak-pihak terkait dalam suasana yang lebih terbuka.
"Saya akan mengajak ngobrol sebagai orang tua pada anak-anak atau pada adik-adiknya. Sehingga saya nanti bisa mendapatkan kesimpulannya secara langsung," ungkapnya.
Dedi menjelaskan, sejak awal dirinya memang sengaja tidak turun langsung dalam pemeriksaan karena investigasi telah ditugaskan kepada Inspektorat. Menurutnya, Gubernur tidak tepat jika secara langsung menjadi pihak yang memeriksa persoalan tersebut.
"Kalau kemarin kan menugaskan Inspektorat karena memang tugasnya. Masa Gubernur langsung yang memeriksa kan nggak bagus," ujarnya.
Namun, setelah Inspektorat menyelesaikan pemeriksaan dan tidak menemukan pihak yang mengakui adanya peristiwa tersebut, Dedi merasa perlu mendengar langsung keterangan pihak-pihak yang terlibat.
"Sehingga karena Inspektorat sudah memeriksa hasilnya tidak ada, yaitu tidak ada satu pun yang mengakui peristiwanya ada, maka saya nanti akan segera bertemu dengan Bupati, Wakil Bupati, serta keluarganya untuk bicara dari hati ke hati," pungkas Dedi.
Wabup Sumedang M Fajar Aldila sempat memberikan keterangan mengenai kasus yang menyeret namanya. Dia mengaku tidak ambil pusing atas rumor yang beredar dan hanya ingin fokus bekerja.
"Menanggapi isu-isu tidak sedap yang menghadapi isu-isu itu, saya tidak ambil pusing rekan-rekan, saya bilang tadi, gosip-gosip yang tidak berlandaskan sumber saya daripada sibuk klarifikasi A, klarifikasi B mending kerjaan, fokus kerja, kerja," ujar Fajar
Fajar mengatakan, sumber maupun fakta yang beredar di medsos tidak dapat dipertanggungjawabkan. Ia juga menduga ada unsur politis di balik kabar yang kini tengah menjadi perbincangan.
"Tujuan-tujuan isu-isu ini saya ingin dalami, apa maksud dan tujuannya, apakah maksud dan tujuannya politik? Apakah maksud dan tujuannya seperti apa? Itu yang sedang saya coba dalami," katanya.
"Jadi untuk rekan-rekan, jangan termakan saya hanya mengingatkan kepada masyarakat jangan tergampang termakan narasi, penggiringan opini yang tidak jelas apalagi dari pesan-pesan berantai yang sumbernya tidak jelas, kita harus menjadi masyarakat yang cerdas Bahwasannya memang ada apa? Tidak ada apa," sambungnya.
Dalam kesempatan ini juga, Fajar mengungkapkan bahwa tidak adanya rangkaian peristiwa seperti yang beredar saat ini. Bahkan, lanjut dia, untuk Sekpri nya masih bekerja di lingkungan Pemkab Sumedang.
"Saya bilang semuanya tidak ada, gosip, nanti gini biarkan semuanya saya mau cari tahu dulu dalami langkah-langkah yang ini, pasti rekan-rekan media yang pertama lebih awal. Makanya saya itu bingung sudah lah, nanti saya tidak bisa jawab saya cuma mau kerja, kerja, kerja karena bingung juga mau menanggapinya seperti apa," ungkapnya.
"Nanti dijelaskan ada momentumnya. Maksudnya rekan-rekan juga jangan tergiring opini bisa dikomunikasikan langsung ke orangnya. Masih (bekerja), tanya aja orangnya (Sekpri) makanya saya juga bingung saya bingung, kalian bingung, siapa bingung semuanya bingung," kata Fajar.