NADIKABAR.COM — Memasuki dua tahun masa pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) terus didorong menjadi salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat desa. Kehadiran KDMP turut memperluas akses pasar bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal sekaligus meningkatkan pendapatan para pelaku usaha di desa.

Dampak positif dari kehadiran KDMP mulai dirasakan oleh sejumlah pelaku usaha lokal. Rony, pelaku UMKM yang menjual produk madu, mengaku mengalami peningkatan omzet setelah produknya dipasarkan melalui KDMP Banjarsari.

"Ya, alhamdulillah, untuk saat ini kami peningkatan omzet meningkat, gitu. Jadi, hampir 50% peningkatan omzet di perusahaan kami," ujar Rony kepada NadiKabar belum lama ini.

Rony menyebut omzet usahanya naik dari Rp 50-70 juta menjadi Rp 100-120 juta.

"Dulu awalnya sekitar Rp 50 juta sampai RP 70 juta, sekarang udah naik sekitar Rp 100 juta sampai Rp 120 juta," lanjutnya.