Selain produk madu, di KDMP Banjarsari, Rony juga memasarkan sejumlah produk, seperti calung, angkak, bumin, dan amusir. Seluruh produk tersebut telah memiliki izin edar dan dipasarkan melalui KDMP atas permintaan kepala desa.
Hal serupa turut dirasakan Anik, seorang ibu rumah tangga yang mulai menitipkan produk asinan buah dan rempeyek di KDMP Dadapsari sejak Agustus 2026. Ia biasanya menyediakan sekitar 10-30 porsi produk dan kembali membuat stok jika dagangannya habis.
"Aku ya cuma iseng aja. Saya ibu rumah tangga daripada enggak ngapa-ngapain, habis gawean rumah ya bikin apa gitu yang bisa dimasukin di sini. Saya buat cemilan-cemilan apa gitu," kata Anik.
Anik mengaku dengan menitipkan dagangannya di KDMP, cukup membantu menambah penghasilan keluarga di sela-sela aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga.
Sekretaris Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Banjarsari, Jampit Ludiro Sri Pamungkas menjelaskan KKMP yang dirintis dari usaha kecil kini berkembang dengan omzet lebih dari Rp 400 juta.