"Awalnya, operasional gerai dilakukan di garasi mobil ketua. Dari sana kami merintis usaha Ritel MBO (Management by Objectives) kecil, kemudian secara bertahap berevolusi menjadi koperasi yang bermitra dengan masyarakat. Untuk periode Januari sampai Agustus 2026, total omzet yang berhasil kami dapatkan sudah mencapai lebih dari Rp 400 juta," papar Jampit.
Jampit mengatakan pihaknya menjalankan sejumlah program untuk menarik minat warga dan pelaku UMKM bergabung sebagai anggota. Program tersebut meliputi sosialisasi kepada masyarakat, penyediaan produk dan layanan gerai sesuai kebutuhan warga, serta digitalisasi melalui aplikasi MyKopkel.
"Kami memanfaatkan platform digital untuk menjawab tantangan zaman dan mengikis persepsi negatif tentang koperasi. Aplikasi MyKopkel menjadi media interaksi sekaligus sarana transparansi lembaga kepada anggota dan masyarakat," papar Jampit.
Jampit mengatakan pemasaran digital melalui aplikasi turut membantu UMKM menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan potensi transaksi.
"Berdasarkan informasi dari pelaku UMKM, omzet mereka mengalami peningkatan. Pemasaran digital lewat aplikasi membantu menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan potensi transaksi (leads)," kata Jampit.