Untuk kebakaran pemukiman atau rumah warga berada di urutan kedua yakni 14 kasus atau 16 persen, disusul gangguan instalasi listrik sebanyak 9 kasus, fasilitas umum 7 kasus serta tempat usaha dan pergudangan.
Sedangkan dari sebaran wilayah kejadian, Kecamatan Lowokwaru menjadi daerah dengan frekuensi terbanyak yakni 23 kasus.
Wilayah Kecamatan Blimbing, Sukun, dan Kedungkandang mencatatkan angka yang sejajar masing-masing 18 kasus, ditambah 1 insiden penanganan perbantuan di luar wilayah Kota Malang.
Adapun di tingkat kelurahan, angka kejadian tertinggi berpusat di Kelurahan Bandungrejosari, Lesanpuro, dan Tulusrejo yang masing-masing membukukan 5 kasus.
Dampak finansial akibat deretan peristiwa kebakaran sepanjang delapan bulan ini menelan estimasi kerugian material mencapai Rp 4,405 miliar.