NADIKABAR.COM — Liburan mestinya identik dengan jalan-jalan, merasakan pengalaman baru, dan pulang membawa cerita seru. Sayang, kebakaran hutan dan lahan mengubah itu semua.

Ketika sebuah destinasi wisata dilanda kebakaran, persoalannya bukan cuma berhenti pada bangunan yang hangus atau kawasan yang harus ditutup.

Melansir dari NadiKabar, Jumat (4/9/2026), Kawah Ijen menjadi salah satu destinasi yang terpaksa ditutup akibat meluasnya karhutla. Sejumlah destinasi wisata lain juga mengalami hal serupa imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi.

Dosen Universitas Indonesia, Deni Danial Kesa, MBA, Ph.D, mengamati kebakaran di sejumlah destinasi wisata sebagai persoalan yang lebih besar. Menurut Deni, kejadian seperti ini perlu dilihat dari sisi ketahanan destinasi, keselamatan wisatawan, keberlanjutan mata pencaharian, dan tata kelola pariwisata.

Sebab, sebuah destinasi bukan cuma tempat untuk berfoto atau mengejar kunjungan wisatawan. Di balik itu ada masyarakat, pekerja, pelaku UMKM, pemandu, pengelola penginapan, hingga berbagai aktivitas ekonomi yang ikut hidup karena keberadaan wisatawan.