NADIKABAR.COM — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan hanya menghanguskan pepohonan dan vegetasi di permukaan. Di lahan gambut, api juga bisa membara di bawah tanah, menghabiskan lapisan organik yang terbentuk selama ratusan hingga ribuan tahun.

Proses ini terjadi karena gambut tersusun dari sisa-sisa tumbuhan yang menumpuk dalam kondisi basah dan terurai tidak sempurna. Ketika gambut mengering, material organik tersebut menjadi bahan bakar yang dapat terbakar. Api bahkan bisa terus membara di bawah permukaan meski kobaran di atas tanah sudah tidak terlihat.

Dampak tersebut terukur dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Fire MDPI pada 2021, berjudul 'Loss and Recovery of Carbon in Repeatedly Burned Degraded Peatlands of Kalimantan, Indonesia'. Tim peneliti dari University of Melbourne bersama peneliti kehutanan Indonesia mengamati kebakaran gambut terdegradasi di Kalimantan Tengah pada 2019.