Dalam studi itu, para peneliti menulis, permukaan lahan yang diamati kehilangan sekitar 21-24 cm selama hampir sebulan ketika api terus membara. Kehilangan tersebut berasal dari pembakaran gambut, akar, rimpang pakis, dan material organik di lapisan atas tanah.

Temuan ini menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak cukup dinilai dari luas vegetasi yang hangus. Pembakaran lapisan gambut juga berarti hilangnya material organik yang menyimpan karbon. Studi tersebut memperkirakan kebakaran pada 133.631 hektare lahan gambut terdegradasi di Kalimantan Tengah melepaskan karbon dari bahan bakar permukaan dan lapisan gambut bagian atas.