NADIKABAR.COM — Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo menyatakan titik api yang sempat muncul di Kawasan Gunung Arjuno-Welirang sisi Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, mengalami perluasan dan memasuki sebagian wilayah Kabupaten Malang serta Kota Batu.
"Titik awal kebakaran berada di Pasuruan dan melebar (meluas), sebagian sudah masuk wilayah Kabupaten Malang dan Kota Batu," kata Kepala UPT Tahura Raden Soerjo Agustiningtyas Marini di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa.
Selain meluas ke dua daerah di wilayah aglomerasi Malang Raya, kata dia, titik api juga terdeteksi memasuki wilayah Kabupaten Mojokerto.
Saat ini petugas gabungan dibantu masyarakat serta relawan telah bergerak melaksanakan upaya pemadaman api sejak Selasa pagi untuk menghindari embusan angin kencang.
Agustiningtyas tak memungkiri faktor alam sangat menentukan upaya pemadaman api yang dijalankan petugas menggunakan peralatan gebyok dari ranting maupun bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur.
"Kalau wilayah yang tidak bisa dijangkau, kami menggunakan sekat bakar demi keselamatan teman-teman dan relawan, karena itu menjadi yang paling utama," ujar dia.
Sementara itu Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menyatakan untuk di wilayah setempat ditemukan sebanyak 57 hotspot atau titik panas.
Area terdampak kebakaran yakni Bukit Budugasu, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari dan sabana di Bukit Lincing, Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang. Dua lokasi itu menjadi fokus upaya pemadaman melalui operasi darat yang melibatkan 56 petugas dari kepolisian hutan, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, sampai relawan.
"Api merupakan perambatan dari wilayah Pasuruan," kata Sadono.
Selain memadamkan kebakaran, lanjutnya, petugas gabungan di Kabupaten Malang melakukan pemotongan pohon tumbang guna mencegah potensi api menjalar ke area yang belum terbakar. Kemudian melakukan pemantauan berkala untuk mengetahui perkembangan titik api.
"Dan melaksanakan penjagaan serta penanganan terhadap titik-titik bara api yang masih ditemukan di jalur pendakian," kata Sadono Irawan.