Selain itu, analisis juga menyoroti kandungan fruktosa, jenis pemanis utama pada minuman kemasan, sebagai salah satu zat yang berkorelasi positif dengan kejadian kanker lambung.

Kabar baiknya bagi pencinta teh bebas gula, penelitian ini tidak menemukan adanya keterkaitan tim redaksi konsumsi minuman berpemanis buatan (ASB) dengan peningkatan risiko kanker lambung.

Meski begitu, para ahli mengingatkan bahwa penelitian ini bersifat observasional. Artinya, studi baru mampu memetakan hubungan korelatif atau asosiasi, belum sampai membuktikan hubungan sebab-akibat secara pasti (cause-and-effect).

Dikutip dari Eating Well, keterbatasan lain terletak pada jumlah total kasus kanker lambung yang relatif terbatas, sekitar 278 kasus, sehingga memerlukan studi lanjutan.

Menurut para peneliti, membatasi asupan gula harian tetap menjadi langkah krusial. Mengingat tren penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia yang kian bergeser ke usia produktif, mengurangi minuman manis adalah investasi kesehatan yang realistis.

"Jika Anda terbiasa minum minuman manis setiap hari, tidak perlu drastis merombak semuanya seketika. Mengganti satu porsi soda harian dengan air putih atau teh tanpa gula adalah langkah awal yang sangat masuk akal untuk menekan risiko," tulis laporan tersebut.