Tidur dan bangun pada waktu yang kurang lebih sama setiap hari bisa membantu menjaga ritme sirkadian tubuh tetap stabil, yang pada gilirannya dapat mendukung pengaturan tekanan darah.
Dietisien Veronica Rouse mengutip hasil penelitian yang mengaitkan variasi waktu tidur dari hari ke hari dengan risiko hipertensi yang lebih tinggi, menunjukkan bahwa keteraturan waktu tidur mungkin sama pentingnya dengan durasi tidur.
"Tidur yang cukup memberikan waktu bagi sistem kardiovaskular untuk memulihkan diri dan berkaitan dengan pengaturan tekanan darah yang lebih sehat," katanya.
Alih-alih fokus membatasi waktu tidur, sebaiknya mengupayakan tidur dalam durasi yang direkomendasikan, tujuh hingga sembilan jam, serta memperhatikan kebiasaan tidur secara keseluruhan.
Selain itu, penerapan pola makan sehat, aktivitas fisik rutin, dan pemantauan tekanan darah secara berkala juga penting dalam upaya untuk mencegah hipertensi.