NADIKABAR.COM — Pengamat otomotif Yannes Martinus Pasaribu mengemukakan bahwa penerapan kebijakan Zero Over Dimension Over Loading atau Zero ODOL dalam pengoperasian kendaraan angkutan barang bisa menjadi "pintu masuk" reformasi ekosistem industri logistik dalam negeri.

"Zero ODOL perlu berjalan bersama peremajaan armada, konsolidasi muatan, efisiensi rute, dan penguatan moda kereta. Jadi, Zero ODOL seharusnya menjadi pintu masuk reformasi ekosistem industri logistik secara mendalam, bukan sekadar program penindakan kendaraan kelebihan muatan," katanya kepada NadiKabar pada Rabu.

Pemerintah telah melakukan berbagai persiapan, termasuk meningkatkan sistem pengawasan dan koordinasi dalam penertiban pengangkutan barang, guna menjalankan kebijakan Zero ODOL mulai tahun 2027.

Menurut Yannes, penerapan kebijakan Zero ODOL dapat mendorong pelaku usaha angkutan barang untuk mengoperasikan kendaraan sesuai dengan spesifikasinya bila keuntungan ekonomi dari pelanggaran lebih kecil dibandingkan dengan biaya kepatuhan.