NADIKABAR.COM — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM buka suara soal kekhawatiran kebutuhan air untuk pusat data berbasis artificial intelligence (AI) di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Dia menegaskan kebutuhan air proyek tersebut harus dihitung sejak awal agar tidak mengganggu alokasi air untuk sektor pertanian.
Kekhawatiran soal air sebelumnya menjadi salah satu sorotan DPRD Jawa Barat terhadap pembangunan pusat data tersebut. Selain investasi dan potensi penyerapan tenaga kerja, kebutuhan air untuk operasional pusat data berkapasitas besar dinilai perlu mendapat perhatian serius.
Proyek tersebut diketahui punya nilai investasi sebesar Rp3,5 triliun yang dibangun di atas lahan 8.000 meter persegi dengan kawasan pengembangan mencapai 11 hektare. Pusat data tersebut memiliki kapasitas daya listrik hingga 120 megawatt (MW), dengan kapasitas pengembangan mencapai 640 MW. Proyek tersebut sebelumnya diresmikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, pada Selasa (22/9/2026).
Dedi Mulyadi mengatakan persoalan air tidak boleh baru dibahas ketika pusat data sudah beroperasi penuh. Terlebih, proyek tersebut dikembangkan secara bertahap dengan kapasitas yang terus meningkat.