Menurut Dedi, mekanisme tersebut perlu dibedakan dengan pengambilan air secara langsung seperti dari air waduk maupun sungai. Sebab, air dari sistem tersebut memiliki berbagai alokasi, termasuk untuk kebutuhan pertanian.

Ia meminta persoalan kebutuhan air data center tidak dibahas berdasarkan asumsi. Ia mendorong agar sumber air dan volume kebutuhan setiap proyek diperiksa secara terbuka.

"Kita objektif aja. Berapa kebutuhannya?" tegasnya.

Dedi juga menegaskan air dari sistem Jatiluhur memiliki cakupan pemanfaatan yang luas. Bukan hanya untuk masyarakat di Purwakarta, tetapi juga dialokasikan untuk sejumlah wilayah lain.