Berdasarkan penjelasan yang diterima Dedi, kebutuhan air pusat data tersebut dapat mencapai sekitar 384 liter per detik (LPS) atau sekitar 0,4 meter kubik per detik. Jika beroperasi pada kebutuhan tersebut, konsumsi air diperkirakan mencapai sekitar 33.000 meter kubik atau 33 juta liter per hari.

Namun, kebutuhan tersebut tidak langsung mencapai angka maksimal. Pada tahap awal, kebutuhan air disebut masih sekitar 6.000 meter kubik per hari, kemudian meningkat seiring pengembangan fasilitas.

Dedi menjelaskan, mekanisme pemenuhan air untuk pusat data tersebut tidak bersumber langsung dari air Waduk Jatiluhur yang dikelola PJT 2. Sumber air kata dia akan dibeli ke PDAM sebagai konsumen komersial.

"Kalau ini kan ngambilnya tetap dari Jatiluhur, tapi masuk di PDAM. Maksudnya ngambil airnya dari Jatiluhur, masuknya ke PDAM, beli airnya dari PDAM," ujar Dedi dalam keterangannya, dilansir NadiKabar, Selasa (29/9/2029).