NADIKABAR.COM — Aktivitas di Unit Pelayanan Terpadu Sarja Arya Racana Polresta Malang Kota mendadak sibuk luar biasa pada Selasa (8/9/2026). Sejak layanan dibuka pukul 08.00 WIB hingga tenggat tengah hari, tercatat tak kurang dari 170 lembar Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) berhasil diterbitkan oleh petugas di lapangan.

Desakan kebutuhan dokumen administrasi pekerjaan serta persediaan berkas untuk seleksi rekrutmen tenaga kerja hingga CPNS 2026 menjadi pemantik utama melesatnya grafik pemohon.

Menariknya, gelombang pemohon yang memadati ruang pelayanan tak semata didominasi oleh warga Kota Malang saja. Banyak masyarakat dari wilayah tetangga, seperti kawasan Singosari, Kabupaten Malang, yang sengaja mengarahkan lokasi pencetakan ke Polresta Malang Kota.

Pilihan masyarakat luar daerah untuk memproses dokumen di lokasi tersebut dimungkinkan berkat sistem pendaftaran daring terintegrasi melalui Super App Polri.

Setelah mengunggah berkas, mengisi formulir, dan melunasi tarif PNBP sebesar Rp30.000, pemohon memegang kendali penuh untuk menentukan Polres atau Polresta terdekat sebagai titik pengambilan fisik SKCK.

Meski volume antrean membengkak, pola pelayanan tetap diarahkan secara terukur, cepat, dan humanis guna menjaga kenyamanan masyarakat.

"Petugas kami tetap memberikan pelayanan secara humanis, ramah, dan cekatan. Pemohon yang masih belum memahami persyaratan atau prosedurnya akan dibantu sampai prosesnya dapat diselesaikan," tegas Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Sobhikin kepada wartawan, Selasa (8/9/2026).

Lukman menambahkan bahwa efektivitas penerbitan fisik di lapangan pada dasarnya tetap berpatokan pada rasio ketersediaan logistik resmi.

"Pelayanan tetap kami optimalkan. Untuk jumlah pencetakan menyesuaikan ketersediaan material SKCK yang ada," lanjutnya.

Kehadiran alur digital yang dipadukan dengan kesiapan petugas di Sarja Arya Racana terbukti memangkas kerumitan birokrasi, terutama bagi pencari kerja muda yang membutuhkan kepastian berkas dalam waktu singkat.

"SKCK ini saya gunakan untuk melengkapi persyaratan melamar pekerjaan. Prosesnya cukup terbantu karena petugas juga memberikan arahan," ujar Nadia (23), mahasiswi Poltekkes jurusan Gizi yang turut mengantre di lokasi.