Kajian yang mempelajari hubungan antara budaya dan aktivitas matematis dikenal sebagai etnomatematika. Melalui pendekatan ini, berbagai warisan budaya dapat dibaca sebagai hasil kreativitas sekaligus kecerdasan masyarakat dalam memahami lingkungannya.

Kain tenun Sumba menjadi salah satu contoh yang menarik. Selama ini wastra tersebut dikenal karena keindahan dan kerumitan proses pembuatannya. Namun, penelitian menunjukkan bahwa di dalam motif-motifnya tersimpan keteraturan yang dapat dijelaskan melalui konsep geometri modern.

Bagi masyarakat Sumba, kain tenun bukan sekadar penutup tubuh. Kain memiliki fungsi sosial, budaya, dan spiritual yang penting dalam kehidupan masyarakat.

Ada kain khusus yang digunakan dalam upacara adat, pernikahan, hingga ritual yang berkaitan dengan leluhur. Motif yang ditenun bukan dipilih secara sembarangan, melainkan mengandung pesan yang berkaitan dengan identitas dan pandangan hidup masyarakat Sumba.