NADIKABAR.COM — Sepintas, motif-motif pada kain tenun Sumba tampak seperti rangkaian gambar yang disusun untuk memperindah permukaan kain. Ada yang menyerupai kuda, ayam, buaya, penyu, hingga beragam bentuk geometris.
Ketika diamati lebih cermat, motif-motif tersebut ternyata membentuk pola yang teratur dan konsisten. Di balik keindahannya, tersimpan cara berpikir yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Temuan inilah yang menarik perhatian para peneliti etnomatematika. Mereka menemukan bahwa tenun Sumba bukan hanya karya seni dan simbol budaya, tetapi juga menyimpan jejak pengetahuan tentang bentuk, simetri, keseimbangan, dan pola yang berkembang dalam kehidupan masyarakat Sumba selama berabad-abad.
Mendengar kata matematika, kebanyakan orang akan membayangkan angka, rumus, dan pelajaran di sekolah. Padahal, konsep matematika tidak selalu hadir dalam bentuk yang formal. Dalam banyak komunitas tradisional, kemampuan memahami pola, mengatur ruang, dan menciptakan keteraturan berkembang melalui pengalaman hidup sehari-hari.