NADIKABAR.COM — Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan pemerintah akan menggenjot belanja di akhir tahun untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Anggaran sekitar Rp 1.300 triliun disiapkan untuk belanja kementerian dan lembaga.

Dia pun menjamin defisit APBN tahun 2026 akan tetap berada di target yang disampaikan pemerintah kepada DPR. Tepatnya pada level 2,85%.

Menurutnya sampai akhir tahun, pemerintah berkomitmen menjaga APBN tetap berada di bawah target defisit tersebut.

"Defisit APBN tetap di angka yang kita laporkan kepada Badan Anggaran di bulan Juli yang lalu, yaitu sekitar 2,85% dari PDB. Itu outlook yang kita jaga dan menjadi working agenda kita sampai dengan akhir tahun," kata Suahasil di Istana Kepresidenan, Senin (19/10/2026).

Komitmen menjaga defisit diungkapkan Suahasil usai dirinya memaparkan rencana peningkatan belanja pada kuartal IV tahun ini. Di tiga bulan akhir 2026, pemerintah bakal melakukan pengeluaran sebesar Rp 1.300 triliun lebih besar Rp 100 triliun dari waktu yang sama di tahun sebelumnya.

Menurutnya pengeluaran pemerintah yang meningkat dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di tengah masyarakat.

"Belanjanya akan mencapai Rp 1.300 triliun di kuartal IV, dan ini lebih tinggi dari tahun lalu. Dengan Belanja pemerintah yang lebih tinggi berarti dorongan dari belanja pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi juga akan ada efek positif ini yang kita cari," terang Suahasil.

"Yang namanya APBN itu menumbuhkan ekonomi, namun APBN juga melindungi masyarakat, dan dilaksanakan dengan cara yang efisien sehingga dia kredibel," sambungnya