"Saat itu kan transisi, ketika saya menjabat sudah selesai, jadi saya tidak tahu pasti (soal proyek pengadaan bibit)," singkat Faizal.

Diketahui, pengadaan bibit kakao dilaksanakan CV Ayisando Utama dengan nilai kontrak awal Rp 27,9 miliar pada Juni 2025. Kemudian terjadi adendum atau perubahan nilai kontrak menjadi Rp 24,9 miliar pada Desember 2025.