Dari sisi pelatihan vokasi, Kepala BBPVP Semarang, Fikri Kurniakiki, menjelaskan bahwa pembekalan tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga kompetensi yang mendukung produktivitas dan kesiapan menghadapi dunia kerja. Peserta dibekali kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, kemampuan bekerja dalam tim, serta komunikasi agar mampu beradaptasi dan bekerja secara efektif di lingkungan industri.

Pada tahap pertama, sebanyak 50 peserta mengikuti program TMT diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta memperoleh sertifikasi kompetensi melalui lembaga yang terafiliasi dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) serta sertifikat dari BBPVP Semarang. Setelah mengikuti proses seleksi tenaga kerja, sebanyak 80 persen peserta dinyatakan diterima bekerja. Salah satu peserta yang lolos pelatihan, Dias Alfi Yuhani, menilai program TMT memberikan bekal dan pengalaman yang mendukung kesiapan peserta untuk memasuki dunia kerja.

"Melalui pelatihan ini, saya mendapatkan pembelajaran menjahit dari nol. Selain keterampilan menjahit, saya juga mendapatkan pendampingan untuk membangun soft skill dan hard skill yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan," ujarnya.