NADIKABAR.COM — Kekeringan di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), meluas ke enam kecamatan, terdiri atas 17 desa atau 63 dusun. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat merespons kebencanaan itu dengan menetapkan status tanggap darurat.
Wakil Bupati (Wabup) Lombok Barat, Nurul Adha, mengatakan Pemkab Lombok Barat kini bisa menggunakan Anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) untuk penanganan kekeringan setelah kenaikan status dari siaga menjadi tanggap darurat.
"Kami telah naikkan status dari siaga menjadi darurat bencana kekeringan karena ini kemarau berkepanjangan dan ekstrem," kata Adha, Rabu (9/9/2026).
Adha mengatakan anggaran BTT tahun ini cukup besar sehingga dapat dimanfaatkan untuk penanggulangan bencana kekeringan. Menurutnya, penyediaan air bersih menjadi kebutuhan mendesak bagi warga di wilayah yang mulai kesulitan mendapatkan pasokan air.
"Anggaran BTT cukup besar sehingga bisa dimanfaatkan untuk penanggulangan yang masuk dalam bencana kekeringan. Sehingga masyarakat kita terbantu mendapatkan air bersih dan seterusnya," ujar Adha.