Adha menilai persoalan air bersih perlu diantisipasi agar tidak mengganggu aktivitas pariwisata di Lombok Barat. Menurutnya, gangguan terhadap sektor wisata juga dapat berdampak pada perputaran ekonomi masyarakat dan penerimaan daerah.
Kepala Bidang Darurat dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat, Toni Hidayat, mengatakan telah menyalurkan 873.300 liter air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan. Air tersebut disalurkan menggunakan sekitar 174 tangki.
"Kekeringan makin meluas dan permintaan air bersih dari warga sangat-sangat banyak sekali," kata Toni.
Berdasarkan perkiraan cuaca, terang Toni, puncak kekeringan diprediksi terjadi pada September hingga Oktober. Namun, kondisi tersebut berpotensi berlangsung lebih lama hingga November.