Suasana di dalam gerbong juga cukup nyaman. Pendingin udara memberikan rasa sejuk sepanjang perjalanan, sementara suara dan getaran kereta relatif minim terasa. Kabin didominasi warna putih dengan deretan kursi yang memanjang di kedua sisi. Sejumlah handgrip berwarna merah menggantung di sepanjang kabin, ditambah tiang pegangan untuk penumpang yang berdiri.

LRT Jakarta juga menyediakan kursi prioritas yang ditandai khusus untuk penumpang yang membutuhkan. Fasilitas untuk penyandang disabilitas turut tersedia di dalam rangkaian, sementara alat pemadam api ringan (APAR) terlihat ditempatkan di salah satu sisi kabin untuk standar keselamatan perjalanan.

Jendela berukuran cukup besar di kedua sisi kereta membuat penumpang bisa menikmati pemandangan Jakarta dari jalur layang sepanjang perjalanan. Kabin pun jadi terasa terang.

Dalam uji coba kali ini, kecepatan LRT Jakarta masih dibatasi maksimal 40 kilometer (km) per jam. Meski dibatasi, perjalanan dari Manggarai menuju Kelapa Gading tidak terasa terlalu lama.

Satu per satu, stasiun baru mulai dilewati, mulai dari Stasiun Proklamasi, Stasiun Matraman, Stasiun Pramuka, dan Stasiun Rawamangun. Kereta kemudian memasuki Stasiun Velodrome, yang sebelumnya menjadi titik akhir layanan LRT Jakarta sebelum jalurnya diperpanjang hingga Manggarai.