NADIKABAR.COM — Kondisi Ediyanto Wong, pasien yang sebelumnya menjalani tindakan cath lab di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, masih lemah setelah menjalani operasi jantung di Singapura. Dalam operasi itu, keluarga menyebut dokter menemukan kawat sepanjang sekitar 21 sentimeter (cm) di tubuh Ediyanto, bukan hanya 2 cm.

Hal tersebut disampaikan pengacara keluarga Ediyanto, Jafri Musa. Dia mengatakan operasi dilakukan setelah pasien diduga mengalami infeksi pada jantung.

"Pasien Pak Edianto Wong beberapa hari lalu menjalani operasi. Per hari Rabu kemarin itu operasi jantung karena jantungnya diduga sudah masuk infeksi," kata Jafri, seperti Jumat (2/10/2026).

Menurut Jafri, dokter di Singapura kemudian melakukan operasi besar. Dalam tindakan tersebut, ditemukan kawat yang disebut memiliki panjang sekitar 21 cm.

"Pada operasi besar itu ditemukan kawat yang panjang sepanjang kurang lebih 21 cm. Itu di antaranya 16 cm ada di arteri koroner dan 5 cm masuk di pembuluh darah jantung," ujarnya.

Jafri mengatakan kondisi Ediyanto sempat lemas. Saat ini pasien masih menjalani pemulihan di rumah sakit di Singapura. Ediyanto masih dapat berkomunikasi dengan keluarga meski kondisinya lemah.

"Kondisinya sempat lemas juga. Jadi proses pemulihan. Ngomong bisa. Dia ada pesan-pesan kami juga begitu," katanya.

Jafri menjelaskan temuan kawat sepanjang 21 cm tersebut berbeda dengan informasi yang sebelumnya diterima keluarga. Sebelumnya, dalam komunikasi antara dokter di Singapura dengan dokter MF, disebut ada kawat sekitar 2 cm.

Menurut Jafri, ukuran 2 cm itu merupakan bagian kawat yang terlihat dari pemeriksaan sebelumnya. Namun saat menjalani operasi besar di temukan fakta kawat yang berada di Jantung berukuran 21 cm.

"Ternyata 2 cm itu adalah yang keluar, yang kelihatan secara kasat mata melalui teropong. Setelah dioperasi ternyata panjangnya 21 cm," ujarnya.