Keluarga mengaku bukan ingin mempermasalahkan prosedur administrasi. Mereka hanya berharap ketika ada anggota keluarga dalam kondisi sakit, pelayanan dapat diberikan dengan komunikasi yang lebih baik dan tidak membuat keluarga merasa dipingpong dari satu tempat ke tempat lain.
"Keinginan kami, pasien jangan dilempar-lempar. Kalau memang ada prosedurnya, kami bisa mengikuti. Tapi tolong dijelaskan dengan baik, jangan sampai keluarga yang sedang panik malah merasa dipersulit," ujar Kaswati.
"Yang terakhir adik saya sendiri yang ngomong. Sudah ditunjukkan rekapan tadi, kemudian ditelepon dokter. Adik saya juga enggak emosi, tetap menjelaskan semuanya, tapi tetap enggak bisa, enggak dikasih," katanya.
Terkait penyebab meninggalnya, keluarga mengaku belum mengetahui secara pasti. Berdasarkan informasi dokter yang diterima keluarga, terdapat kemungkinan kondisi tersebut berkaitan dengan diabetes. Namun, keluarga menyebut pemeriksaan sebelumnya di Klinik Sartika dinyatakan normal.