Untuk pendaki yang sudah melakukan pemesanan dan pembayaran, TNGC menyediakan dua pilihan, yakni refund atau reschedule.

Namun, proses refund membutuhkan waktu karena berkaitan dengan mekanisme keuangan pemerintah. Karena itu, sebagian pendaki memilih untuk menjadwalkan ulang pendakian.

"Untuk refund prosesnya mungkin akan memakan waktu karena terkait dengan Kementerian Keuangan. Sehingga beberapa pengunjung memang mengajukan reschedule," ujarnya.

Robi mengatakan, belum ada kepastian kapan jalur pendakian akan kembali dibuka. Keputusan tersebut akan menyesuaikan hasil evaluasi kondisi cuaca dan informasi dari BMKG.

"Kalau untuk pembukaan sementara kita menunggu informasi dari BMKG. Dikarenakan menunggu kondisi cuaca," ucapnya.

Penutupan jalur pendakian ini merupakan tindak lanjut Surat Edaran Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) serta Surat Edaran Gubernur Jawa Barat terkait pencegahan kebakaran hutan selama musim kemarau.

Selain mencegah karhutla, penutupan dilakukan untuk menjaga keamanan pendaki serta kelestarian ekosistem kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai.