Tona menyebutkan proses penilaian tidak hanya menghasilkan pemenang, tetapi juga memetakan berbagai potensi unggulan di tingkat kelurahan. Tercatat sedikitnya 76 taman yang beroperasi selama 24 jam, 94 titik destinasi kuliner khas Jakarta, serta beragam potensi wisata budaya, sejarah, alam, dan religi.

Selain itu, festival yang diselenggarakan oleh 10 kelurahan finalis dapat diwujudkan melalui skema pembiayaan kreatif non-APBD, yang membuktikan tumbuhnya kolaborasi dan kepercayaan masyarakat maupun mitra terhadap kepemimpinan di tingkat kelurahan.

Ke depan, kata Tona, berbagai potensi tersebut akan diintegrasikan dalam satu platform informasi unggulan sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing Jakarta menuju kota global tanpa meninggalkan identitas lokalnya.

"BSA sendiri merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada kelurahan yang menunjukkan komitmen, dedikasi, dan kreativitas dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mewujudkan Jakarta yang bersih, nyaman, indah, dan sejahtera," ungkap Tona.