NADIKABAR.COM — Kelurahan Kelapa Gading Timur, Kecamatan Kelapa Gading, Kota Jakarta Utara, terpilih sebagai kelurahan terbaik di Jakarta dan meraih penghargaan dalam ajang Benyamin S Award (BSA) 2026 Kategori Indah.

"Penghargaan ini merupakan hasil dari kerja keras, kolaborasi, dan komitmen seluruh elemen masyarakat dalam membangun wilayah,” kata Lurah Kelapa Gading Timur Nani di Jakarta, Sabtu.

Nani mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan. Baginya, capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan menghadirkan lingkungan Kelapa Gading Timur yang semakin indah, nyaman, dan berkualitas.

"Sebelum mencapai tahap penganugerahan, Kelurahan Kelapa Gading Timur telah melewati serangkaian proses penilaian hingga verifikasi lapangan di sejumlah lokasi unggulan, di antaranya RW 03, RW 06, Taman Joging, Masjid Al-Musyawarah, serta kegiatan Kelapa Gading Street Fest," tutur Nani.

Menurut dia, berbagai lokasi tersebut merepresentasikan upaya penataan lingkungan, pengelolaan ruang terbuka hijau, kebersihan, ketertiban, serta kreativitas masyarakat dalam menghidupkan potensi wilayah.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengapresiasi 10 kelurahan yang berhasil menembus babak final BSA 2026 dan berharap ajang tersebut semakin mendorong lahirnya inovasi dan praktik terbaik dalam pengelolaan wilayah, sekaligus memotivasi seluruh kelurahan di Jakarta untuk berpartisipasi pada penyelenggaraan tahun berikutnya.

Pramono menilai ajang tersebut bukan sekadar kompetisi, melainkan kesempatan untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kapasitas kepemimpinan para lurah. Ia juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap peran perempuan dalam kepemimpinan wilayah, terlebih dua dari tiga peraih penghargaan utama tahun ini merupakan perempuan.

Sementara itu, Kepala Biro Kerja Sama Daerah Setda Provinsi DKI Jakarta Tona Hutauruk menjelaskan penyelenggaraan BSA tahun kedua ini menunjukkan peningkatan antusiasme yang signifikan. Pada 2025, ajang tersebut diikuti 27 kelurahan, sedangkan pada tahun ini, jumlah peserta meningkat menjadi 52 kelurahan, yang direkomendasikan oleh para wali kota dan bupati.

Dari proses seleksi, terpilih 10 kelurahan sebagai finalis, yakni Kebon Sirih, Kelapa Gading Timur, Srengseng, Sukabumi Utara, Taman Sari, Kebon Baru, Cilandak Barat, Utan Kayu Selatan, Malaka Sari, dan Pulau Panggang.

Tona menyebutkan proses penilaian tidak hanya menghasilkan pemenang, tetapi juga memetakan berbagai potensi unggulan di tingkat kelurahan. Tercatat sedikitnya 76 taman yang beroperasi selama 24 jam, 94 titik destinasi kuliner khas Jakarta, serta beragam potensi wisata budaya, sejarah, alam, dan religi.

Selain itu, festival yang diselenggarakan oleh 10 kelurahan finalis dapat diwujudkan melalui skema pembiayaan kreatif non-APBD, yang membuktikan tumbuhnya kolaborasi dan kepercayaan masyarakat maupun mitra terhadap kepemimpinan di tingkat kelurahan.

Ke depan, kata Tona, berbagai potensi tersebut akan diintegrasikan dalam satu platform informasi unggulan sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing Jakarta menuju kota global tanpa meninggalkan identitas lokalnya.

"BSA sendiri merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada kelurahan yang menunjukkan komitmen, dedikasi, dan kreativitas dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mewujudkan Jakarta yang bersih, nyaman, indah, dan sejahtera," ungkap Tona.