NADIKABAR.COM — Sebanyak 10 kelurahan DKI Jakarta berhasil melangkah ke babak final ajang Benyamin S Award 2026 setelah melewati penilaian tahap festival wilayah, yang murni terlaksana melalui partisipasi aktif masyarakat dan skema pembiayaan kreatif (creative financing) tanpa membebani anggaran daerah secara langsung.
Penilaian tahap festival ini diselenggarakan secara bergantian, dengan diikuti 10 kelurahan finalis terpilih meliputi Kelurahan Kebon Sirih, Cilandak Barat, Kebon Baru, Tamansari, Sukabumi Utara, Srengseng, Utan Kayu Selatan, Malakasari, Kelapa Gading Timur, dan Kelurahan Pulau Panggang.
Rangkaian festival di tingkat kelurahan ini pun menjadi wadah nyata untuk menggerakkan potensi ekonomi lokal, memicu inovasi pengelolaan lingkungan, serta memperkuat solidaritas antarwarga di tingkat tapak.
Kepala Biro Kerja Sama Daerah Setda Provinsi DKI Jakarta, Tona Hutauruk menyebutkan bahwa tingkat keterlibatan warga dan efisiensi pembiayaan menjadi salah satu indikator utama dalam penilaian tahap ini.
"Festival kelurahan ini merupakan wadah untuk menampilkan potensi, kreativitas, dan identitas wilayah melalui kolaborasi. Jadi memang tidak ada pembebanan secara fiskal langsung, tapi dapat ditampilkan melalui kolaborasi bersama masyarakat. Terlihat tercermin kekompakan dan partisipasi aktif masyarakat, dan ini merupakan nilai plus yang bersumber dari creative financing, mengajak warga dan mitra untuk bersama-sama melaksanakan festival," tutur Tona.
Dampak langsung dari kolaborasi warga terjadi di berbagai sektor. Di wilayah Kepulauan Seribu, Kelurahan Pulau Panggang memanfaatkan momentum festival budaya untuk menyajikan tradisi lokal yang dirancang memikat wisatawan.
Lurah Pulau Panggang, Muhammad Fakih optimistis, kegiatan ini dapat mendorong kesejahteraan warga.