Di wilayah Jakarta Barat, Kelurahan Tamansari menonjolkan penguatan ikatan sosial warga di tengah keragaman etnis dan budaya. Penyelenggaraan festival di wilayah itu disebut sebagai perekat antarelemen masyarakat.
"Yang kita majukan salah satunya karena Tamansari memiliki keragaman budaya, etnis, bahkan agama. Namun yang paling fundamental dan paling penting dari Tamansari adalah rasa kekeluargaannya," sebut perwakilan Kelurahan Tamansari.
Seluruh inovasi dan capaian dari tahap festival ini dipaparkan oleh para lurah di hadapan dewan juri panelis pada Kamis (15/10) dalam sesi final Benyamin S Award 2026. Penjurian final berpatokan pada empat pilar utama, yakni Bersih, Nyaman, Indah, dan Sejahtera.
Asisten Pemerintahan Setda DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko mengingatkan pentingnya peran kelurahan dalam menggerakkan potensi masyarakat.
"Kelurahan tidak hanya menjadi basis terdepan di dalam penyelenggaraan pemerintahan kota. Namun lebih dari itu, Pak Gubernur dan Pak Wagub menyampaikan bahwa yang utama adalah bagaimana pemerintah kota sampai dengan kelurahan bisa menggerakkan semua potensi yang ada di masyarakatnya," pungkas Sigit.
Melalui ajang Benyamin S Award 2026, kelurahan didorong menjadi penggerak utama potensi masyarakat dalam mendukung daya saing Jakarta mencapai visi kota global.
Pengumuman pemenang dan malam puncak Benyamin S Award 2026 dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober dalam malam seremonial yang dihadiri oleh Gubernur DKI Pramono Anung beserta Wakil Gubernur Rano Karno.