NADIKABAR.COM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mencatat ratusan kejadian dampak musim kemarau sepanjang April hingga awal September 2026. Kejadian tersebut meliputi kekeringan lahan dan sawah hingga kebakaran hutan, gedung, permukiman, dan tempat pengelolaan sampah.

Kepala Pelaksana BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya mengatakan kondisi musim kemarau tahun 2026 perlu menjadi perhatian bersama.

"Dari perspektif kebencanaan, kondisi tersebut meningkatkan potensi terjadinya kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta kebakaran pada kawasan permukiman maupun lokasi pengelolaan sampah," kata Teja, Rabu (2/9/2026).

Teja menjabarkan kejadian kekeringan tercatat di empat kabupaten, yakni Buleleng, Jembrana, Karangasem, dan Klungkung. Sebanyak 529 KK dan 15 desa/kelurahan terdampak kekeringan.

Kekeringan di lahan pertanian tercatat seluas 79,95 hektare di Jembrana dan 108,60 hektare di Buleleng. Selain itu, dari total luas sawah 64.704 hektare, terdapat 694,06 hektare yang berpotensi mengalami kekeringan.