Kejadian lain berupa kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di sejumlah wilayah, seperti Klungkung, Karangasem, Buleleng, Jembrana, dan Bangli.

Sebanyak 132 kejadian kebakaran gedung dan permukiman juga melanda kabupaten/kota se-Bali. Rinciannya, Denpasar 31 kejadian, Badung 15 kejadian, Tabanan lima kejadian, Jembrana 10 kejadian, Buleleng 33 kejadian, Gianyar tujuh kejadian, Bangli sembilan kejadian, Klungkung delapan kejadian, dan Karangasem 14 kejadian.

Kebakaran di tempat pengelolaan sampah juga terjadi di sejumlah daerah, seperti TPS3R Culik Desa Labansari, Karangasem, kemudian TPS3R Banjar Dinas Antapura Desa Tejakula, Buleleng, dan TPA Suwung di Denpasar.

Teja mengatakan berbagai kejadian dampak kekeringan tersebut terjadi selama periode April hingga awal September 2026. Ia juga menyebut kondisi kemarau 2026 memiliki karakter lebih panjang dan kering.