Sejumlah upaya telah dilakukan secara menyeluruh, salah satunya pendistribusian air bersih ke daerah terdampak. Namun, menurut Teja, penanganan tidak cukup hanya mengandalkan distribusi air.

"Ke depan, penguatan kesiapsiagaan perlu diarahkan pada ketersediaan dan perlindungan sumber air, peningkatan kapasitas infrastruktur penyimpanan dan distribusi air, penguatan sistem pemantauan, serta koordinasi lintas sektor pada wilayah yang memiliki potensi terdampak," jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, potensi kekeringan dan kebakaran perlu dikelola sejak dini melalui pendekatan yang semakin berbasis mitigasi, pengurangan risiko, dan ketahanan.

"Sehingga, penanganan tidak hanya dilakukan setelah dampak yang dirasakan masyarakat," tandasnya.