NADIKABAR.COM — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengarahkan perguruan tinggi untuk mengembangkan penelitian berbasis masalah nyata yang dihadapi industri, pemerintah daerah, hingga investor guna meningkatkan dampak hasil riset terhadap masyarakat dan perekonomian.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Fauzan Adziman mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari transformasi riset perguruan tinggi yang kini lebih menekankan pathway to impact atau kejelasan jalur dampak penelitian.

"Kami secara kebijakan saat ini mengupayakan riset berbasis masalah. Nah, kemudian masalah itu datang dari mana? Ini sebetulnya pertanyaan yang paling kunci," kata Fauzan di Jakarta Pusat pada Jumat.

Ia menjelaskan pendekatan tersebut mendorong pergeseran dari penelitian yang hanya berorientasi pada bidang prioritas secara luas menjadi penelitian yang berangkat dari persoalan konkret dan memiliki potensi penerapan.

Menurut Fauzan, salah satu tantangan riset perguruan tinggi selama ini adalah hasil pengembangan teknologi dan inovasi yang belum mudah menembus pasar.

Persoalan tersebut, kata dia, antara lain berkaitan dengan kualitas produk dan harga yang belum sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Karena itu, riset berbasis masalah perlu melibatkan berbagai disiplin ilmu serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra di luar kampus.