NADIKABAR.COM — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendukung keterbukaan publikasi ilmiah, data, sumber daya pendidikan, perangkat lunak dan keras, infrastruktur terbuka, serta keterlibatan masyarakat dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui UNESCO Recommendation on Open Science.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan menyebutkan program keterbukaan publikasi ilmiah tersebut senada dengan sejumlah program kerja sama yang telah/sedang dilakukan bersama United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

"Terutama yang dilakukan oleh Kemdiktisaintek adalah satu bagian dari program yang dilakukan UNESCO, yaitu open science, yang kemudian dijabarkan dalam beberapa program. Untuk diplomasi sains dan teknologi, ada beberapa hal yang kami dorong, termasuk penguatan talenta STEM serta isu open science," kata Wamendiktisaintek Fauzan dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Wamendiktisaintek menyebutkan sejumlah program tersebut antara lain penguatan literasi sains melalui Program Berdikari, pengembangan Saintek Nusantara, Sentral Saintek, CTSA, Open Lab Mini, peningkatan reputasi internasional jurnal ilmiah melalui Cakrawala Saintek, International Mathematics Competition, Asia-Pacific Broadcasting Union Robot Contest, Residensi Riset Sains dan Teknologi, serta Lindau Nobel Laureate Meetings.

Wamendiktisaintek Fauzan juga mengusulkan tiga jalur penguatan dalam kerja sama UNESCO, yaitu kebijakan dan tata kelola sumber daya, pengembangan talenta, serta penguatan riset dan inovasi melalui open science, kecerdasan buatan (AI), dan kolaborasi dengan masyarakat.