Dibanding Belanda, koleksi kapang Rhizopus di Indonesia justru tidak terpelihara dengan baik. Selama ini, masyarakat RI menilai menyimpan koleksi jamur tersebut tidak begitu penting.
"Karena tiap hari kan kita bikin tempe, apa yang disimpan? Padahal dengan adanya perubahan iklim, tidak semua mikroorganisme itu mampu survive. Jadi ada jenis-jenis yang memang tidak tahan dengan terjadinya pemanasan global," kata Welly.
Jika bangsa Indonesia tetap acuh dan tak melestarikan mikroorganisme yang berperan dalam fermentasi tradisional, Welly menyebut mungkin dalam waktu 10 tahun ragi tradisional dari tape bisa hilang. Untuk itu, diperlukan langkah cepat untuk melakukan pelestarian mikroorganisme ini.
"Segera sebaiknya kita meningkatkan usaha pelestarian mikroorganisme dari tradisional fermented food kita, karena itu modal kekuatan bangsa untuk kedaulatan pangan kita," tegasnya.