"Komunitas perlu kita ajak agar mengajukan tempe sebagai Warisan Budaya Takbenda dunia yang nanti diakui oleh UNESCO. Ini mengangkat derajat bangsa Indonesia," imbuhnya.

Hal serupa juga disampaikan Peneliti Program Bestari Saintek yang juga Ilmuwan UI, Prof Wellyzar Sjamsuridzal. Ia menilai pengajuan ini penting dilakukan karena pada dasarnya RI punya pengetahuan lokal tentang proses pembuatan tempe.

"Menurut saya penting, karena Indonesia punya biodiversitasnya dan punya pengetahuan lokal tentang proses pembuatan tempe. Jadi itu yang sebenarnya hak dari negara kita," papar Welly.

Terkait literatur yang disampaikan Marsetio, Welly menjelaskan ketika Belanda menjajah Indonesia, mereka membawa berbagai hal. Termasuk tanaman dan produk fermentasi yang kemudian disimpan di sana.

"Bahkan kultur koleksi mikroba terbesar di Belanda, itu modal awalnya dari koleksi-koleksi kapang di Indonesia, termasuk kapang Rhizopus (genus jamur Rhizopus)," urainya.