NADIKABAR.COM — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membahas pengembangan talenta energi surya serta peran perguruan tinggi dalam menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri dalam mendukung Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt (GW).
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menyampaikan bahwa pemetaan perlu dilakukan untuk mengetahui kesenjangan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga kerja, termasuk bidang pendidikan yang memerlukan intervensi.
"Kita bisa memetakan dengan jelas secara supply, mengetahui pertama permasalahannya, apakah kita ini undersupply dan jika iya di bidang mana saja," katanya dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Ia berharap pemetaan talenta ini dapat membantu perguruan tinggi menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri sekaligus meningkatkan kualitas lulusan dan mengurangi pengangguran terdidik.
Dalam hal ini, Wamen Stella menilai kejelasan jalur sertifikasi penting agar perguruan tinggi dapat menyiapkan mahasiswa sesuai kebutuhan dunia kerja.
Dengan mengetahui kompetensi akhir yang dibutuhkan, perguruan tinggi dapat mempertimbangkan integrasi program sertifikasi ke dalam pembelajaran sekaligus memberikan informasi yang lebih jelas kepada mahasiswa mengenai peluang karier di sektor energi surya.