Diketahui, Pemerintah RI menargetkan pembangunan PLTS berkapasitas 100 GW tersebut dapat direalisasikan dalam waktu tiga tahun, dengan investasi sekitar Rp135 triliun untuk membangun 14 proyek pembangkit berkapasitas total 5,3 gigawatt-peak (GWp) sebagai tahap awal program PLTS 100 GW.

Berdasarkan data yang dihimpun AESI, program PLTS 100 GW berpotensi membuka sekitar 5,5 juta lapangan kerja, terdiri atas 3,5 juta pekerjaan di sektor industri dan 2 juta pekerjaan di bidang konstruksi.

Namun, kebutuhan tersebut masih menghadapi tantangan ketersediaan tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai. AESI memperkirakan tenaga kerja kompeten yang telah teridentifikasi saat ini baru sekitar 10.000 orang.

Kebutuhan tenaga kerja tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari manufaktur panel surya dan baterai, rekayasa desain, perencanaan proyek, konstruksi dan instalasi, hingga operasi dan pemeliharaan.

Kebutuhan juga meliputi peneliti dan insinyur riset dan pengembangan (R&D), serta tenaga di bidang manajemen proyek dan pemodelan keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan talenta energi surya memerlukan keterlibatan beragam disiplin ilmu.