Arskal mengatakan Kemenag telah mengusulkan sejumlah fasilitas melalui anggaran yang tersedia. Sementara kebutuhan fasilitas lainnya akan dikoordinasikan dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan perencanaan dan pembiayaan pembangunan tidak tumpang tindih.
βKita ingin kebutuhan madrasah ini bisa dipenuhi secara bertahap. Yang paling penting sekarang adalah memastikan bangunan dapat kembali digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,β ujarnya.
Selain pemulihan bangunan, Kemenag membuka peluang pengembangan MIN 5 Pidie Jaya secara bertahap menjadi madrasah unggulan. Namun, pengembangan tersebut baru akan dilakukan setelah kebutuhan dasar pemulihan madrasah terpenuhi.