NADIKABAR.COM β Kementerian Agama mengalokasikan Rp85,84 miliar untuk memulihkan 490 madrasah yang terdampak bencana di wilayah Sumatera yang digunakan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi madrasah negeri maupun swasta pada Tahun Anggaran 2026.
Dari 490 madrasah penerima bantuan, sebanyak 167 merupakan madrasah negeri dan 323 lainnya madrasah swasta. Program ini ditujukan untuk mengembalikan fasilitas pendidikan yang rusak akibat bencana agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan.
βSaya berharap pembangunan ini dapat segera selesai sehingga pada Januari 2027 anak-anak sudah dapat kembali belajar di madrasah ini,β ujar Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kemenag Arskal Salim dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Salah satu madrasah yang masuk dalam program pemulihan tersebut adalah MIN 5 Pidie Jaya di Seunong. Madrasah ini mengalami kerusakan berat akibat banjir hingga bangunannya hanyut dan tidak dapat lagi digunakan.
Arskal mengatakan pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya menjadi bagian dari upaya Kemenag memastikan layanan pendidikan bagi siswa terdampak bencana dapat segera pulih. Saat ini, pembangunan madrasah tersebut telah mencapai progres sekitar 18 persen.
βKita berharap, Insya Allah, dalam tiga bulan ke depan MIN 5 Pidie Jaya sudah bisa beroperasi kembali. Target pertama kita adalah memulihkan kembali madrasah ini seperti kondisi sebelumnya,β kata Arskal.
Pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya mencakup sejumlah fasilitas utama, antara lain ruang kantor, ruang guru, serta fasilitas pendukung lainnya. Bangunan baru dirancang dua lantai. Konstruksi tersebut juga memungkinkan pengembangan fasilitas madrasah pada tahap berikutnya.
Arskal mengatakan Kemenag telah mengusulkan sejumlah fasilitas melalui anggaran yang tersedia. Sementara kebutuhan fasilitas lainnya akan dikoordinasikan dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan perencanaan dan pembiayaan pembangunan tidak tumpang tindih.
βKita ingin kebutuhan madrasah ini bisa dipenuhi secara bertahap. Yang paling penting sekarang adalah memastikan bangunan dapat kembali digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,β ujarnya.
Selain pemulihan bangunan, Kemenag membuka peluang pengembangan MIN 5 Pidie Jaya secara bertahap menjadi madrasah unggulan. Namun, pengembangan tersebut baru akan dilakukan setelah kebutuhan dasar pemulihan madrasah terpenuhi.